Kamis, 04 Agustus 2016


Membangun Independent Global Entrepreneur

Membangun bisnis personal franchise (waralaba pribadi)
adalah seni membangun emosional para pemegang franchise
untuk tetap menjalankan bisnisnya sesuai dengan langkahlangkah
yang telah ditetapkan oleh support system.
Ketidaksabaran menyebabkan banyak diantara kita
mengharapkan cara terpintas dan tercepat untuk menggapai
sukses, padahal tidak ada cara pintas kecuali hanya dengan
langkah yang sudah teruji berpuluh-puluh tahun.
Berbeda dengan negara-negara maju yang memahami bahwa
bisnis personal franchise adalah salah satu solusi untuk
mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan.
Di negara Indonesia masih sangat banyak yang memandang
remeh bahkan tidak sedikit mencibir ketika ditawarkan bisnis
personal franchise.
Tidak ubahnya merubah akidah jahiliyah (kebodohan),
dibutuhkan tahapan proses dengan cara yang benar.
Sebagaimana Rosulullah SAW menjalankan misinya dengan
tahap sebagai berikut :
1. Tahap sembunyi-sembunyi
Tahap ini dilalui untuk menghindari konflik secara langsung
dari masyarakat yang jelas-jelas menolak cara berpikir akidah
tauhid. Rosulullah SAW melalui tahap ini dengan melakukan
dakwahnya secara diam-diam, yakni beliau memulai dari
keluarga, kerabat dekat, dan orang-orang yang beliau percaya
bisa menerima seruannya. Dan rumah yang dijadikan sebagai
tempat pertemuan adalah rumah sahabat al-Arqam bin Abil
Arqam al-Makhzumi.
Sudah sepatutnya kita belajar dan meniru apa yang telah
dilakukan Rosulullah SAW. Dalam menjalankan bisnis inipun
demikian pula, mulailah dari orang-orang terdekat kita yang
bisa kita percaya. Kemudian segeralah untuk menentukan 
tempat pertemuan yang rutin, yaitu rumah kita atau rumah
sahabat kita yang bisa dijadikan sebagai tempat presentasi
home meeting. Mulailah menjalankan bisnis dari rumah kita!
2. Tahap terang-terangan
Tahap ini dilakukan setelah 3 tahun lamanya menjalankan
dakwahnya dengan diam-diam. Tahukah Anda berapa sahabat
yang beriman kepadanya? Tidak lebih dari 39 orang saja!
Kendatipun demikian Allah SWT memberikan perintah untuk
berdakwah secara terang-terangan. Selama sebulan beliau
tidak keluar rumah semenjak menerima perintah itu. Sampaisampai
dikira sakit oleh famili beliau. Setelah Abu Tholib
datang menjenguk (karena disangka sakit) maka Rosulullah
menjelaskan hal ihwal yang menyebabkan tidak keluar rumah
selama sebulan, yaitu diperintah Allah SWT untuk
menyampaikan dakwahnya kepada sanak keluarga dan
saudara-saudaranya secara terbuka. Keraguan muncul di
hatinya, sebab pengikutnya belum cukup kuat untuk menerima
perintah ini. Namun Abu Thalib memberikan sokongan untuk
mempersilahkan Rosulullah SAW melakukan pertemuan
secara terbuka dengan cara mengundang sanak keluarga dan
kerabat untuk dikumpulkan di tempat umum.
Begitulah semestinya, setelah kita memiliki mitra bisnis
terpercaya maka langkah selanjutnya adalah merencanakan
untuk mengadakan pertemuan terbuka melalui GBO (Global
Business Opportunity) dengan cara mengundang sanak
keluarga masing-masing untuk berkumpul di suatu tempat.
Namun yang perlu dicatat adalah pertemuan GBO bisa
dilakukan setelah kita memiliki group bisnis sejumlah 40 mitra
yang akan mengundang masing-masing sanak keluarganya.
Katakan jika masing-masing hanya bisa mengajak 1 orang
saja, maka akan terkumpul 80 orang dalam pertemuan.
3. Tahap hijrah
Hijrah adalah perintah Allah SWT kepada Rosulullah untuk
menyampaikan dakwahnya lebih luas. Ada dua fase hijrah,
fase pertama yaitu hijrah ke Habsy untuk menyelamatkan
kaum muslimin dari kecaman dan siksaan kafir Quraisy.
Sesampainya di Habsy kaum muslimin melakukan dakwah,
namun tidak banyak yang beriman. Fase ke dua yaitu hijrah ke
Madinah. Tahap hijrah ke Madinah dilakukan karena diawali
ketika Rosulullah melakukan dakwah di Mekkah banyak sekali
bertemu dengan para pedagang dari luar kota yang beliau ajak
masuk Islam. Al-kisah pada suatu malam Rosulullah SAW
berada di bukit Aqobah, Mina. Di tempat tersebut beliau
bertemu dengan serombongan orang dari Yatsrib (Madinah)
sebanyak enam orang. Mula-mula Rosulullah SAW menyapa
dan mengajukan pertanyaan, lalu mereka menjawabnya
dengan baik. Selanjutnya beliau memperkenalkan diri kepada
mereka, dan merekapun memperkenalkan diri kepada beliau.
Sesudah itu beliau menanyakan keadaan bangsa mereka di
kota Yatsrib, dan beliau mengajak mereka untuk duduk
bersama-sama dan bercakap-cakap. Merekapun menerima
ajakan beliau. Sesudah beliau dan mereka saling bercakapcakap
dan bertanya-tanya, kemudian Rosulullah SAW
mengajak mereka pergi ke tempat yang sunyi, sedikit lebih
jauh dari penglihatan orang. Kemudian beliau berseru kepada
mereka, dan membacakan ayat-ayat al-Quran. Dengan segera
mereka tertarik dan mengerti segala apa yang Rosulullah SAW
sampaikan, dan mereka percaya kepada apa yang beliau
bacakan. Setelah itu, enam orang tersebut diajak Rosulullah ke
tempat yang lebih sunyi dan tak tampak oleh orang
kebanyakan di kaki bukit Aqobah. Kemudian mereka saling
berunding sendiri, dan masing-masing menyatakan percaya
dengan sungguh-sungguh terutusnya Nabi Muhammad SAW
sebagai pembawa risalah. Kemudian Rosulullah menasehati
mereka untuk bersatu, se-iya sekata, tolong-menolong, bantumembantu,
untuk mengembangkan seruan beliau, menyiarkan
Islam.
Setelah ke-enam orang tersebut kembali ke Madinah, mereka
lalu menyiarkan keislamannya kepada sekalian penduduk
yang ada di sana dan menyampaikan berita sebagaimana
yang mereka dengar dari Rosulullah SAW. Oleh karenanya di
kota Yatsrib (Madinah) nama Nabi Muhammad SAW menjadi
terkenal di kalangan penduduk Madinah, padahal Rosulullah
SAW belum pernah datang ke sana.
Nah sahabatku, ketika Anda membaca artikel ini bisa jadi
persis sebagaimana yang Anda rasakan, yaitu pada tahap
hijrah adalah akibat bertemunya kita dengan beberapa orang
yang tidak kita kenal sebelumnya, namun mereka mau
menjadi partner bisnis kita. Kemudian mereka juga melakukan
pengembangan di daerahnya. Hijrahlah jika kita sudah tidak
bisa diterima di tempat asal kita. Bukankah bumi Allah itu
luas? Maka bertebaranlah di muka bumi, dan kuasai bumi ini!
Mengapa Rosulullah SAW tetap menjalankan misinya
Visits: 1164 (Current Rating 0.0/5 Stars) Total Votes: 0 2 0
walaupun cercaan, hambatan, siksaan, dan beribu rintangan
dihadapinya? Karena beliau mempercayai apa yang belum
bisa dipercaya orang lain, memiliki keyakinan yang benar,
melihat visinya dengan jelas akan masa depan, yaitu
kenikmatan jannah (surga) sebagai tujuan hidup bahagia.
Belajarlah dari sirah (sejarah) kehidupannya yang tidak akan
habis dan terus menginspirasi siapapun yang mau belajar.
Karena bisnis personal franchise mengandalkan hubungan
timbal balik sesama manusia, mengutamakan kepercayaan,
dan menjadikan duplikasi sebagai kunci kesuksesan maka
sangat dianjurkan untuk semakin sering membaca perjalanan
hidupnya.